RSS

(belum tau judul yang pas)


ada saatnya dimana hati lelah bersabar. ketika semua usaha yang dengan kekuatan maksimal kita lakukan selalu berujung sia-sia, dan justru orang-orang yang tidak terlalu mengharapkannya yang mendapatkan hasilnya. ada yang menganjal di hati rasanya. seperti menekan di ulu hati dan menyumbat paru-paru. bernapas pun rasanya sesak. ada percampuran antara perasaan iri 'kenapa mesti dia, bukan aku yang nyata-nyata berusaha keras demi itu' dan rasa kecewa kepada diri sendiri 'kenapa saya tidak bisa lebih baik?' yang kemudia melahirkan pertanyaan 'apa yang kurang dari usaha saya?'. tidak ada yang memberikan jawaban atas pertanyaan putus asa itu membuat kita ingin menyalahkan 'harusnya yang mendapatkannya adalah saya, bukan yang lain. saya lah sebenarnya yang paling tepat dan berhak'. tapi kita tidak tau siapa/ apa yang paling pantas disalahkan hingga akhirnya muncul lah penyesalan 'seandainya saja....'. penyesalan itu terus kita kenang, makin banyak kita berseandainya, berjangan-jangan, dan berkalau saja. hingga akhirnya berevolusi menjadi sebuah perasaan malas untuk mencoba lagi. saat orang menawarkan untuk mencoba, kita bersikap seolah kita tidak peduli dan menganggap hal itu tidak penting untuk diributkan padahal sesungguhnya kita sedang menyembunyikan perasaan kecewa kita akan kegagalan. itulah yang dinamakan 'akting tegar'.

namun terkadang seseorang memang harus berusaha melawan emosinya dan tegar. tersenyum lebar saat orang mengibakan kegagalannya. meskipun mungkin itu adalah senyum miris 'mengasihani diri sendiri'. namun sekali lagi, terkadang kita harus menunjukkan sisi tegar kita saat kekecewaan yang begitu besar mendera kita.

walau kekecewaa, kesedihan, kegelisahan dan kegalauan itu lebih baik jika kita tunjukkan, namun ada saatnya kita harus berusaha terlihat tegar. karena orang lain akan jengah dan terganggu juga jika setiap saat kita berkeluh kesah pada mereka dan menunjukkan kemuraman kita. ada yang mengatakan "seberapa besarpun sayangnya dia padamu, suatu saat ia akan lelah juga".

percayalah, tidak ada yang lebih bisa kau andalkan selain dirimu sendiri. maka kamu harus menyiapkan mentalmu sendiri untuk menguasai diri jika sesuatu saat sesuatu membuatmu kecewa. saat apa yang terjadi padamu seperti tak sesuai dengan harapanmu atau tak sepadan dengan kerja kerasmu.

kadang ada saat kita merasa seakan kesusahan tak ada hentinya merundungi kita. kemudian rasanya kita hampir kehilangan kesabaran kita karena rasa-rasanya semakin kita sabar, semakin banyak kesusahan itu susul menyusul. pasti akan ada yang bilang "sabar lah, coba tenangkan dirimu. percayalah, kamu akan mendapatkan yang lebih baik" atau "percayalah, tuhan punya rencana indah buatmu di balik ini semua". tapi, di saat seperti itu, kita pasti akan sulit sekali mempercayai keyakinan yang seperti itu. mana mungkin kita bisa yakin akan ada sesuatu yang baik sementara awan kesusahan tak menyisakan sedikit celah pun untuk kita mengintip matahari???!
maka yang perlu kita lakukan hanyalah membiarkan segalanya berjalan--membiarkan waktu mengambil alih kendali. kita cukup menjalani apa yang ada di depan kita, tak melihat impian yang telah gugur di belakang kita dan tidak menyusahkan diri mencari celah untuk melihat kebaikan yang akan datang. kita memang perlu punya ambisi. namun, memaksakan ambisi di saat yang tidak tepat hanya akan merusak perasaan sendiri. jalani saja hidupmu sendiri dan tak perlu melihat hidup orang lain (u/ sementara waktu) agar kau sedikit merasakan bahwa hidupmu yang penuh kekurangan juga memiliki sisi indahnya sendiri...

0 komentar:

Posting Komentar