RSS

KU AJAR KAU MENJADI IMAMKU


aku memintamu mnjadi imamku sebab aku mncintaimu dan aku brhrap kau akan BELAJAR menjadi imam bagiku jika kau sngguh-sungguh mncintaiku krena Allah...


Zahra   : Aku tidak sedang mencari seorang pacar melainkan seorang calon suami.
Lukman: Lalu, maukah kau menungguku sampai aku siap menjadi seorang suami untukmu?
Zahra   : jika aku menunggumu, apa kau bisa menjadi imam bagiku ?
Lukman: mungkin tidak bisa.
Zahra   : aku mencari seseorang yang bisa menjadi imam bagiku, menjadi tempatku bersandar, dan menuntunku menuju keridhaan Allah...
Lukman: itu bukan aku
Zahra   : kenapa kau berkata seperti itu?
Lukman: Aku bukan seorang ahli agama yang bisa menuntunmu menuju surga. aku ahli neraka yang mungkin akan menyesatkanmu. aku bukan seorang ahli ibadah, tidak satu pun ayat alqur'an yang bisa kubaca. lalu bagaimana aku bisa menuntunmu menuju keridhaan Allah?

sungguh saat itu Zahra ingin menangis. sekuat tenaga ditahannya air matanya agar tidak jatuh. bukan karena ia menyesalkan dirinya yang jatuh cinta pada lelaki seperti Luqman, namun ia menyesali mengapa lelaki sebaik Lukma bisa begitu jauh dari agama.
kemudian sambil tersenyum Zahra berkata:

Zahra   : kau punya waktu untuk belajar. tidak ada kata terlambat selagi seseorang mau berusaha.
Lukman: Aku tidak yakin aku bisa. terlalu jauh.
Zahra   : tidak ada yang jauh kalau kita mau berusaha. sesungguhnya yang baik itu bukanlah orang yang tau segalanya, melainkan orang yang tidak tau apa-apa dan ia sungguh-sungguh mau belajar agar mengetahui apa yang ia tidak tau.

dan waktu terus berputar. Zahra tetap dengan keyakinannya bahwa Lukman bisa berubah sementara Lukman tetap dengan kebiasaannya, tidak berubah sama sekali. Suatu hari, Zahra mengetahui sesuatu yang yang membuatnya terkejut. dan kali ini dia benar-benar menangis. menangis untuk Lukman.

Lukman: ketahuilah, aku tidak sebaik yang kau kira. seandainya kau tau bagaimana aku yang sebenarnya, kau mungkin akan menyesal pernah mengenalku.
Zahra   : tidak ada yang lebih baik dari kejujuran. maka katakanlah semuanya sejujur-jujurnya. aku akan lebih merasa sakit karena kebohongan yang manis daripada mengetahui sebuah kebenaran yang pahit.
Lukman: kau mungkin bersumbah tidak ingin mengenalku lagi jika kau mengetahuinya.
Zahra   : aku tidak berhak atas hal yang seperti itu. Allah lah yang mengatur pertemuan dan perpisahan
Lukman: aku bukan seorang lelaki yang baik. aku gemar mempermainkan perasaan wanita. aku seorang pemabuk. apa kau masih tetap akan bilang Allah lah yang mengatur pertemuan dan perpisahan?

zahra menangis. bukan menyesali kenapa ia harus dipertemukan dengan Lukman. ia merasa begitu  kasihan kepada Lukman. kenapa seorang lelaki yang ia yakini sebenarnya adalah lelaki yang baik harus terjerumus begitu jauh. ia sama sekali tidak membenci Lukman. melainkan ia dengan penuh keikhlasan ingin membantu Lukman untuk kembali ke Jalan yang baik

Zahra   : tidak selamanya seseorang yang baik itu memang sudah terlahir dalam keadaan baik. semuanya tergantung pada diri kita sendiri. saat seseorang ingin menjadi baik dan ia benar-benar berusaha, maka ia akan menjadi baik. tapi jika seseorang menerima begitu saja nasibnya tanpa niat dan usaha merubahnya, maka selamanya ia terkurung dalam keburukannya. lalu sekarang, apa kau ingin berubah? atau kau ingin tetap dalam keadaanmu yang sekarang?

Lukman: aku ingin berubah
Zahra   : kalau begitu, tidak ada alasa bagiku untuk membencimu.
Lukman: kau tidak membenciku?
Zahra   : aku akan mengajarimu bagaimana menjadi imamku...

beberapa waktu berlalu dan keadaan masih tetap sama. lalu Lukman kembali bertanya pada Zahra

Lukman: kenapa kau begitu gigih ingin aku berubah? nukankah cinta harusna bisa menerima apa adanya?
Zahra   : bukankah akan lebih baik jika cintaku bisa membawa manfaat bagimu? aku berusaha meluruskan jalanmu karena aku mencintaimu. karena aku mencintaimu, maka aku ingin yang terbaik bagimu.
Lukman: ketahuilah Zahra, di antara semua wanita yang aku kenali, tidak ada yang menyamai cintaku kepadamu. apa itu belum baik menurutmu?
Zahra   : aku memintamu mnjadi imamku sebab aku mncintaimu dan aku brhrap kau akan BELAJAR menjadi imam bgiku jika kau sngguh-sungguh mncintaiku krena Allah...

0 komentar:

Posting Komentar